Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Jumat, 28 September 2018

Meriahnya Market Day di MIN 4 Sragen

 Dalam rangka mengisi waktu jeda dan pengenalan jajanan sehat kepada seluruh warga MIN 4 Sragen, kami mengadakan kegiatan hari pasar atau yang biasa disebut Market day. Kegiatan yang diadakan atas kerjasama guru, siswa dan orang tua siswa ini   dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 29  September 2018. Ada 13 Stand terdiri dari kelasd1A, 1B, 2A, 2B, 3A, 3B, 4A, 4B,5A,5B, 6 dan dua kantin madrasah. Makanan yang diijual pun harus makanan yang sehat.
Sebagai kegiatan yang bertujuan untuk mengenalkan jajanan sehat, kami bekerjasama dengan puskesmas kecamatan gemolong untuk menjadi tim penilai makanan tersehat dan dilanjutkan dengan penyuluhan tentang makanan sehat dari puskesmas Gemolong.
Kegiatan market day yang dilaksanakan ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan kepada semua warga madrasah tentang makanan yang sehat dan layak konsumsi. Makanan dan jajanan yang sering dijumpai di 
sekitar madrasah yang mungkin masih belum layak konsumsi dapat mereka hindari. Semoga kami dapat melaksanakan kegiatan serupa yang lebih baik lagi dan tentunya lebih bervariasi. Terimakasih kami ucapkan kepada semua pihak yang telah terlibat sehingga market day MIN 4 Sragen dapat terlaksana dengan baik dan meriah. Madrasah hebat dan bermartabat.(Rohma)

Jumat, 20 April 2018

Memperingati Hari Kartini Tanpa Kebaya


Hari ini merupakan hari bersejarah bagi kaum wanita, ya diperingati sebagai hari Kartini. Mengapa hari Kartini jatuh tanggal 21 April? Karena ini merupakan hari kelahiran ibu Kartini. Tokoh pejuang emansipasi wanita yang lahir di kota Jepara dan menikah dengan seorang bupati Rembang. Di masa muda Raden Ajeng Kartini, wanita tidak boleh mengenyam pendidikan. Sehingga membuat RA Kartini tergerak hatinya untuk merubah paradigma itu.
RA Kartini mendirikan sekolah keputrian untuk para wanita di daerahnya. Mereka belajar membaca, menulis, menjahit, menyulam dan lainnya. Para wanita dibekali dengan pengetahuan dan ketrampilan yang cukup sebagai seorang ibu rumah tangga. Kartini wafat dalam usia yang masih muda yaitu 25 tahun setelah  melahirkan anak pertamanya. 
Bagaimana kita meneruskan perjuangan Kartini? Wanita(baca:ibu) merupakan madrasah pertama bagi anak-anaknya. Sebagai madrasah pertama dibutuhkan pengetahuan yang cukup dalam mendidik anak, maka wanita perlu belajar (baca:sekolah). Kartini berjuang agar wanita diberi kesempatan yang sama dengan laki-laki. Kartini suka membaca buku, koran, dan bacaan lainnya. Pengetahuannya sangat luas. Karena sebagai anak bangsawan, Kartini punya kesempatan untuk sekolah meski hanya sampai usia 12 tahun, karena setelah 12 tahun harus dipingit. Kartini bisa berbahasa Belanda sehingga sering berkirim surat ke teman-teman di Belanda. Kartini menuliskan tentang keprihatinan wanita pribumi yang diperlakukan beda dengan laki-laki. Karena kegemaran membacanya, Kartini suka menuliskan pemikirannya di majalah wanita Belanda De Hollandsche lelie dan dimuat. Perjuangan Kartini inilah yang harus kita lanjutkan. Kegemaran membaca dan menulis bisa membawa perubahan kepada wanita Indonesia. 
Kartini identik dengan kebaya, begitu yang sering terjadi. Setiap tanggal 21 April banyak kita temui kegiatan dengan mewajibkan berkebaya bagi wanita. Tidak ada yang salah dengan pakaian kebaya dan itu sah-sah saja. Tetapi ada yang lebih penting dari pakaian kebaya. Literasi Kartini sering terlupakan. Memperingati hari Kartini tak cukup dengan kebaya tetapi sampai di mana kita melanjutkan perjuangan beliau untuk kemajuan wanita Indonesia. Kartini berharap wanita mempunyai hak yang sama dalam mengenyam pendidikan.
Memperingati hari Kartini tanpa Kebaya, mengapa tidak? Peduli lingkungan, kegiatan sosial, membaca buku dan berkontribusi di perpustakaan, menulis, serta bentuk literasi lainnya merupakan contoh riil meneruskan perjuangan RA Kartini. Mari kita melanjutkan perjuangan RA Kartini dan tetap  menjadi wanita yang menghormati kaum laki-laki.

Minggu, 18 Maret 2018

Pelatihan SAGUSABIB yang Luar Biasa

SAGUSABIB akronim dari satu guru satu buku ice breaking. Sebuah pelatihan yang dicetuskan oleh Bapak Widadi.M.Pd ini merupakan sebuah pelatihan menciptakan pembelajaran menyenangkan dengan ice breaking. Ice breaking sangat dibutuhkan untuk merefresh suasana dan kondisi siswa yang mulai jenuh. 
Pelatihan perdana yang digelar  bekerjasama dengan Prodi Teknologi Pendidikan Pasca Sarjana UNS Surakarta pada hari Sabtu Minggu tanggal 17-18 Maret 2018 diikuti oleh 54 peserta dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. Pelatihan ini dilaksanankan selama dua hari tatap muka dan lima kali daring melalui WhatsApp. Semua peserta pelatihan akan mengikuti daring mulai hari Senin tanggal 19 Maret 2018 pukul 19.30-21.30 WIB. Semua peserta wajib mengikuti daring yang akan dibuktikan dengan daftar hadir online.
Bapak Dr.Asrowi,M.Pd selaku Kaprodi TP UNS dalam pengantarnya memberikan motivasi yang luar biasa kepada kami sebagai panitia dan peserta pelatihan. Beliau juga akan memberikan laporan kegiatan pelatihan SAGUSABIB kepada Bapak Menteri Pendidikan sebagai apresiasi semangat belajar peserta pelatihan. Beliau memberikan materi tentang pembelajaran bermakna, dimana pembelajaran di kelas harus berjalan menyenangkan, inovatif dan kreatif.
Pelatihan ini merupakan pelatihan yang paling berkesan bagi saya selaku panitia. Beberapa kali mengadakan pelatihan peningkatan kompetensi guru baru dipelatihan ini kami mengalami banyak hambatan. Sejak awal berdiri kami harus mulai menapakkan kaki di jalan yang penuh kerikil tajam. Bahkan satu Minggu menjelang pelatihan saya jatuh sakit selama dua hari. Tidak sampai disitu, tiga hari menjelang pelatihan kami harus menghadapi ujian berat dari sebuah statement seorang yang berpengaruh di dunia pendidikan tentang pelatihan kami yang dianggap hanya ingin mencari untung secara finansial, Astaghfirullah. Mudah-mudahan Allah membuka hatinya bahwa kami ada untuk orang-orang yang ingin menimba ilmu.
Saya selaku ketua panitia mengucapkan terimakasih kepada Bapak Widadi,M.Pd selaku narasumber, segenap panitia yang merelakan waktu, tenaga, dan materi untuk pelatihan ini, serta semua peserta yang sangat luar biasa bersemangat mengikuti pelatihan dengan penuh tanpa ada yang bolos. Terimakasih juga kami ucapkan kepada pengurus IGI Pusat, wilayah dan SUBOSUKAWONOSRATEN yang ikut hadir dan mensukseskan acara kami. Semoga pelatihan ini membawa manfaat untuk kita dan ilmu yang didapat diterapkan dalam pembelajaran. Semangat berjuang. Ceria belajar, belajar ceria. #Rikhfa

Sabtu, 03 Februari 2018

Delay

Delay
Perjalanan ke Lampung kali ini dengan misi yang berbeda dengan sebelumnya. Jika sebelumnya dalam rangka mengenalkan anak dan suamiku ke saudara ayahku, kali ini dengan misi mengantarkan ayah ibu menjenguk kakak dan ponakannya. Ada rasa haru ketika mereka bertemu. Kesibukan dan kondisi fisik ayah ibu yang sudah tua sehingga jarang bertemu dengan mereka. Dua hari adalah waktu yang singkat sebenarnya, tetapi keakraban dan kerinduan yang selama ini tersimpan sudah terobati. Rasa sayang mereka kepada ayahku sungguh luar biasa. Peluk sayang selalu mereka lakukan saat bercanda.
Aku tidak bisa berlama-lama di Lampung, karena harus kembali menjalankan rutinitas sebagai abdi negara. Kami memilih pesawat langsung dari Lampung ke solo. Tidak butuh transit, agar ayah ibu tidak capek. Pukul 09.00 WIB kami masuk pesawat. Tetapi ada yang aneh. Mesin pesawat sudah hidup tetapi tak lama kemudian dimatikan dan teknisi masuk ke pesawat. Hampir satu jam kami di dalam pesawat. Kami bertanya kepada pramugari, ternyata ada kerusakan lampu pesawat. Kamu mulai kepanasan.
Sepuluh menit kemudian, seorang pramugari memberikan memberikan pengumuman agar semua penumpang turun dan menunggu di ruang tunggu. Kami tidak tahu harus delay berapa lama. Yang penting kami nanti terbang dalam keadaan aman dan selamat sampai tujuan. Aamiin

Jumat, 24 November 2017

Menulis Bukan Bakat

Saya guru biasa yang rutinitas sehari-hari cukup berangkat ngajar pulang mengurus keluarga. Tapi itu dulu. Duluuuu pernah berpikir jadi guru saja itu sudah cukup. Pernah seorang teman mengajak menulis buku, tetapi kujawab tidak. Menurutku menulis itu bakat. Aku tidak punya bakat untuk menulis.
Tahun 2011 seorang teman mengajak menulis. Dalam hati apakah mampu? Teman saya memaksa dan menyakinkan bahwa saya bisa. Beberapa hari saya berburu buku sampai ke Yogyakarta. Kota yang lumayan jauh dari rumah di Sragen. Dengan kemampuan yang saya miliki akhirnya selesai juga dua naskah buku dalam waktu satu bulan.
Sukses di dua naskah ada tawaran yang kedua. Tawaran kali ini menulis buku pelajaran. Ada enam naskah yang harus dibuat dalam waktu dua bulan. Tetapi buku itu belum  tentu diterbitkan. Tetapi kejutan itu datang satu tahun kemudian. Enam naskah buku diterbitkan disebuah penerbit besar. Rasa syukur yang luar biasa.
Tahun 2017 mulai digencarkannya menulis buku. Satu Guru Satu Buku. Saya ikuti arus itu. Dengan semangat ikut pelatihan menulis buku. Berangkat pelatihan masih bingung mau menulis apa? Tidak ada ide di kepala yang mau muncul. Tetapi, narasumber menggiring saya menemukan ide. Satu ide sudah ada di kepala. Satu buku akhirnya selesai dalam waktu satu Minggu. Buku itu berjudul" Dia Tidak Bisu. Buku yang bercerita tentang siswa berkebutuhan khusus.
Satu buku selesai, saya mulai ketagihan menulis. Waktu yang tidak tersedia begitu banyak akhirnya menjatuhkan pilihan ke buku antologi. Dalam satu tahun ini sudah satu buku dan dua buku antologi selesai. Menulis menjadi mudah karena menggunakan "menemu" menulis dengan mulut. Sambil tiduran saya bicara di handphone sudah jadi tulisan. Terbukti bahwa menulis itu bukan karena bakat. Semua orang bisa menulis. Yuk, menulis!

Selasa, 10 Oktober 2017

Buku Pertamaku (Tulisan Jagoan Kecilku)



Aku senang membaca buku sejak kelas satu Madrasah Ibtidaiyah (MI). Aku membaca buku-buku cerita fabel, pesawat, kereta api, kapal, helikopter, tentang nabi, buku petualangan, buku-buku tentang pendidikan karakter, buku ensiklopedia, buku tentang benda-benda langit, tentang Dinosaurus, tentang buah-buahan, dan masih banyak buku yang lainnya.
Aku merasa sangat senang saat membaca buku cerita. Buku yang paling aku suka adalah buku tentang Dinosaurus. Alasan aku suka  membaca buku tentang Dinosaurus karena aku belum pernah melihat Dinosaurus karena waktu itu aku belum lahir. Ternyata dari buku yang aku baca banyak sekali macamnya. Dari beberapa macam Dinosaurus itu yang aku kenal adalah jenis Ultrasaurus dan Tireks. Tireks adalah jenis Dinosaurus pemakan daging, sedangkan Ultrasaurus termasuk pemakan tumbuhan.
Aku membaca buku-buku tersebut dari membeli dan pinjam dari perpustakaan di sekolah. Aku membeli buku dari beberapa toko buku yang ada di kota Yogyakarta dan kota Solo. Buku-buku tersebut dibelikan oleh bundaku. Bundaku sering ke toko buku sekaligus membelikanku buku-buku yang kusuka. Alasan bunda membelikan aku buku agar aku suka membaca dan menjadi anak yang berpengetahuan luas. Ketika ada bazar buku, aku sangat senang. Aku suka memborong buku di bazar-bazar buku di kota Yogyakarta. Sehingga bukuku sangat banyak dan aku menyimpannya di rak buku, juga ada beberapa buku yang diberikan kepada murid-murid bundaku.
Selain membeli buku, aku juga meminjam di perpustakaan sekolah. Di perpustakaan sekolahku ada ribuan buku. Buku di perpustakaan sekolahku boleh dipinjam untuk dibaca di rumah. Pustakawan sekolahku dulu bernama Bu Novita dan sekarang bernama Bu Anis. Dia sangat ramah, jika meminjam buku selain siswa kelas satu harus memiliki buku khusus. Saat meminjam buku harus antre untuk lapor dan menyerahkan buku bukti meminjam.
Di sekolahku pada setiap hari Sabtu ada program Sabtu membaca. Ketika duduk di kelas dua aku pernah maju di hadapan teman-teman satu sekolah untuk bercerita. Setiap anak yang maju bercerita mendapatkan hadiah dari pustakawan. Karena aku sudah berani bercerita aku mendapat hadiah berupa alat tulis. Aku sangat senang dan bersemangat.
Selain membaca, bercerita, aku juga suka menulis. Aku suka menulis beberapa pengalamanku. Aku ceritakan di buku tulis khusus. Bunda membimbingku untuk menulis pengalamanku. Tulisan yang aku tulis di buku, ternyata diambil oleh bunda dan dibukukan. Aku punya satu buku bergambar yang disusun oleh bunda. Aku berharap itu adalah buku pertama dan akan ada buku yang kedua dan seterusnya.
Buku yang kutulis berisi tentang pengalamanku. Buku itu diberi judul “Pengalaman yang Menyenangkan”. Isinya tentang semua pengalaman menyenangkan baik di rumah ataupun di sekolah. Aku akan menceritakan isi buku pertamaku.
Aku bercerita tentang pengalaman pertamaku bercerita di Sabtu Membaca. Pertama kalinya mendapatkan hadiah karena bercerita dari buku yang aku baca berjudul “di Rumah Sendiri”. Selanjutnya bercerita tentang liburanku bersama keluarga ke Goa Pindul Yogyakarta. Liburan sekolah telah tiba. Aku berlibur bersama keluarga ke Goa Pindul. Untuk masuk ke Goa Pindul harus menyusuri sungai sepanjang 300 m. Aku memakai pelampung dan naik perahu karet yang terbuat dari ban mobil.
Aku juga bercerita tentang senangnya bulan Ramadhan dan hari raya Idul Fitri bersama keluarga. Lebaran sangat menyenangkan berkumpul bersama keluarga. Cerita selanjutnya tentang kegiatan jeda semester di sekolah. Aku ikut lomba baca puisi dan mendapat juara satu. Pengalaman yang sangat menyenangkan. Karena waktu itu aku masih kelas dua.
Aku juga bercerita tentang menanam cocor bebek di pot buatanku sendiri. Aku membuat pot sendiri di rumah. Aku sangat senang bisa menanam di pot buatanku. Itu cerita tentang buku pertamaku. #Naufal

Pembelajaran Efektif yang Murah tetapi Menyenangkan


Belajar menyenangkan dan efektif tidak harus dengan biaya mahal. Banyak media yang dapat kita manfaatkan tanpa harus mengeluarkan biaya. Alam merupakan salah satu media yang disediakan Tuhan Yang Maha Esa untuk kita manfaatkan. Banyak yang dapat dimanfaatkan dari alam tanpa merusaknya tetapi tetap menjaga kelestariannya. Pembelajaran dengan alam sekitar selain hemat juga  mudah dipahami oleh siswa, terutama siswa sekolah dasar yang masih belajar dengan benda konkret. Siswa sekolah dasar belajar terstruktur mulai dari yang mudah ke sulit. Perlu proses untuk memahami pengetahuan.
Pembelajaran sekolah dasar dengan mata pelajaran terpadu dalam sebuah tema, menuntut seorang guru lebih kreatif .  Guru  harus pandai mengambil hati siswa dan mengundang perhatian mereka. Bagaimana cara memberikan pembelajaran yang efektif kepada siswa sekolah dasar yang menyenangkan tetapi tidak menghabiskan biaya yang mahal? Setiap guru punya metode sendiri untuk mencuri perhatian siswanya. Tetapi di sini penulis akan berbagi tentang pembelajaran efektif dengan biaya murah tetapi menyenangkan.
Pembelajaran tematik yang diberlakukan  di sekolah dasar untuk kurikulum KTSP 2013 telah mengajarkan penulis tentang alam sekitar yang dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran di kelas dan luar kelas. Semua mata pelajaran dapat dikaitkan dengan alam begitu juga Matematika. Jika selama ini alam sering dikaitkan hanya dengan mata pelajaran IPA, maka penulis sekarang sering memanfaatkan alam untuk belajar apa pun. Ada beberapa contoh pembelajaran menyenangkan yang sering penulis terapkan dalam belajar di kelas dan luar kelas.
Pertama, belajar Matematika materi pecahan. Menanamkan konsep pecahan dalam pembelajaran Matematika untuk siswa sekolah dasar terutama kelas empat tidaklah mudah. Mereka membutuhkan benda konkret untuk mengenal pecahan. Penulis  menggunakan buah atau daun kering. Siswa diminta membawa buah-buahan yang dipetik dari kebun atau membeli di pasar. Pilih buah yang harganya murah saat itu. Setiap siswa membawa buah dari rumah dan akan dipotong oleh guru. Ingat, siswa tidak boleh membawa benda tajam sendiri, guru yang harus memotong buah. Buah dipotong sesuai dengan kebutuhan, diusahakan jumlah potongan bervariasi agar siswa mengenal pecahan lebih banyak.
Selain buah, daun kering juga bisa dipakai untuk pembelajaran pecahan. Caranya daun dilipat menjadi beberapa lipatan sama besar. Dengan alat peraga buah atau daun ini, siswa  berdiskusi dengan kelompoknya melakukan penjumlahan dan pengurangan bilangan pecahan. Dengan melakukan percobaan mereka akan memecahkan masalah secara bersama-sama. Jangan lupa siswa juga diberi kesempatan mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas. Hal ini untuk menambah motivasi siswa dan melatih keberanian berbicara.
Kedua, memanfaatkan alam sekitar dalam pembelajaran IPA. Mata pelajaran IPA terutama berkaitan dengan hewan dan tumbuhan sangat cocok dengan pembelajaran di luar kelas. Mengajak siswa menemukan sendiri contoh, permasalahan, dan pemecahannya dari pengamatan lingkungan. Mata pelajaran IPA sangat cocok dengan metode inquiry. Dengan metode ini siswa akan menemukan masalah dan melakukan pengamatan. Contoh dalam pembelajaran jenis tulang daun di kelas 4. Ketika siswa belajar tentang macam-macam tulang daun, mereka mengamati bentuk daun yang mereka temukan dan akan mengklasifikasikan jenisnya.
Memanfaatkan alam sekitar dalam pembelajaran tidak hanya untuk mata pelajaran IPA. Mata pelajaran yang lain juga bisa diterapkan. Pembelajaran IPS tentang profesi, penampakan alam, jual beli, dan lainnya dapat dikenalkan dari lingkungan. Proses pembelajaran dengan melihat secara langsung akan mempermudah siswa memahami. Mata pelajaran Bahasa Indonesia materi wawancara yang ditemakan dengan PKN dapat dilakukan di luar kelas. Ketika melakukan wawancara dengan narasumber, etika dan sikap dapat sekaligus diajarkan. Mereka akan mempelajari bagaimana cara bersikap yang benar kepada orang lain.
Ketiga, memanfaatkan barang bekas untuk membuat alat peraga. Alat peraga sangat dibutuhkan dalam pembelajaran. Mata pelajaran apa pun membutuhkannya. Alat peraga membantu siswa dalam belajar. Alat peraga dapat dibuat dari lingkungan sekitar termasuk memanfaatkan barang bekas. Contoh barang bekas yang dapat dimanfaatkan dalam pembuatan alat peraga adalah botol air mineral, kertas bekas, sendok plastik, sedotan plastik, dan barang lainnya. Dalam memanfaatkan barang bekas harus hati-hati. Perlu diperhatikan penggunaannya.
Barang bekas yang dapat dimanfaatkan adalah barang bekas bukan dari bahan berbahaya atau mengandung zat kimia beracun. Kaleng obat nyamuk, atau botol obat tidak boleh dimanfaatkan untuk kegiatan ini. Zat kimia atau obat-obatan yang terkandung di dalam botol dapat membahayakan siswa. Pastikan barang bekas yang dipakai aman untuk siswa. Dampingi siswa ketika membuat alat peraga tersebut untuk menghindari kejadian buruk.
Alat peraga dari barang bekas yang dapat dibuat misalnya, kincir dari sendok plastik. Kincir ini juga dapat dipadukan dengan sendal jepit yang sudah tidak terpakai. Gelas air mineral juga dapat dimanfaatkan untuk membuat kincir. Kertas kardus sepatu atau kertas mika plastik dapat dibuat kincir angin. Mainan elektrik yang sudah rusak dapat dimanfaatkan dinamonya untuk menciptakan kincir sumber energi baterai. Kaleng susu yang sudah dicuci bersih dapat dimanfaatkan untuk membuat celengan atau vas bunga.  Alat peraga menarik tetapi murah.
 Keempat, membuat game edukatif yang menarik. Banyak permainan yang dapat diciptakan guru untuk membantu siswa belajar. Beberapa contoh game  yang penulis buat untuk pembelajaran. Belajar tentang kelipatan persekutuan terkecil (KPK) mata pelajaran matematika misalnya. KPK  sudah dikenalkan di kelas empat. Awalnya sangat susah untuk memahamkan siswa tentang materi ini. Dibutuhkan alat peraga yang sesuai untuk menjelaskan kepada siswa. Melalui permainan tepuk ternyata cukup membuat siswa paham tentang KPK.
Permainan ini dimulai dengan pembagian kelompok sesuai kebutuhan. Setiap kelompok akan bertepuk ketika bilangan kelipatan yang disebut oleh guru disebut. Contoh menentukan KPK dari 4 dan 6. Kelompok A bertepuk setiap kelipatan 4 disebut dan kelompok B bertepuk setiap kelipatan 6 disebut. Guru berhitung mulai dari bilangan 1. Ketika dua kelompok bertepuk bersamaan itulah KPK dari dua bilangan tersebut. Tepuk tangan bersamaan yang pertama disebut KPK sedang tepuk tangan selanjutnya disebut kelipatan persekutuan.
Selain dengan tepuk belajar kelipatan dapat juga dilakukan dengan permainan lainnya. Dengan loncatan atau membagi kerikil misalnya. Siswa membagi kerikil berdasarkan kelipatan sebuah bilangan. Ketika siswa di bilangan yang sama itu yang disebut kelipatan persekutuan dan bilangan pertama yang mendapatkan kerikil bersamaan untuk pertama kalinya itulah kelipatan persekutuan terkecil. Permainan ini tidak membutuhkan biaya tetapi cukup menyenangkan efektif untuk penanaman konsep.
Kelima, membuat cerita bergambar untuk memotivasi siswa senang membaca dan menulis. Media gambar dengan deskripsi menarik perhatian siswa. Ketika siswa bosan membaca teks bacaan di buku yang monoton atau cenderung tanpa gambar,  guru dapat menyiasati  dengan gambar bercerita. Gambar bisa didapatkan dari internet atau dari hasil karya siswa. Dengan media gambar ini sekaligus melatih siswa menulis. Gambar yang dibuat siswa dapat diberikan deskripsinya. Beberapa gambar yang sengaja dibuat oleh guru dan dideskripsikan siswa dapat dijadikan buku. Beberapa kumpulan deskripsi siswa yang dibukukan akan menarik siswa untuk senang membaca dan menulis.
Beberapa pembelajaran efektif di atas dapat diterapkan oleh semua guru. Tanpa biaya mahal tetapi cukup menyenangkan dan efektif .  Pembelajaran efektif dan kreatif diciptakan untuk membantu siswa belajar. Sehingga tetap dibutuhkan penekanan pada materi-materi tertentu untuk mempertegas materi yang dipelajari. Setiap pembelajaran dibutuhkan refleksi untuk memperbaiki mutu pembelajaran selanjutnya. Setelah refleksi perlu ada evaluasi dan perbaikan, mengingat semua proses pasti kelebihan dan kelemahan. Dengan demikian pembelajaran selalu ada perbaikan-perbaikan yang diharapkan akan membawa peningkatan mutu pendidikan.