Rutinitas pagi hari yang sangat ribet dan pengen cepat-cepat agar tidak terlambat sampai di madrasah. Si bungsu yang suka lelet di pagi hari sering membuatku tidak sabar dan uring-uringan. Bagaimana tidak, mandi saja butuh waktu lebih dari 15 menit, apalagi ketika sarapan lamanya luar biasa sampai 30 menit kalau tidak ingatkan terus. Ayo mandinya cepat! Ayo makannya cepat! Kalimat itu entah berapa kali aku ucapkan setiap pagi.
Si bungsu sekolah di madrasah suamiku, tetapi ketika suami ada acara aku harus mengantar si bungsu ke madrasah. Tidak jauh dari rumah, tetapi berlawanan arah dengan madrasahku, sehingga butuh waktu dua kali lipat agar aku tidak terlambat. Ada hal yang mungkin tidak menarik bagi orang lain, tetapi sangat berkesan bagiku. Setiap aku mengantar si bungsu ke madrasah di sebuah rumah dekat sawah desa kami, ada lelaki paruh baya berkursi roda yang sedang berjemur. Laki-laki itu aku kenal karena dia saudara suamiku, tetapi dia tidak mengenalku.








